Lombok Barat — Upaya mendorong desa agar mampu mengelola potensi lokal secara modern terus dilakukan oleh Universitas Mataram. Melalui program Kampus Berdampak, Tim Pengabdian Unram kembali hadir di BUMDes Jaya Abadi Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, pada Selasa, 16 Juni 2026, untuk memberikan pelatihan peningkatan kapasitas produksi dan digitalisasi pemasaran beras premium.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan yang didanai sepenuhnya oleh hibah DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan oleh LPPM Universitas Mataram. Sebanyak 10 peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan dua narasumber dari dua perguruan tinggi berbeda.
Pada sesi pertama, Dewi Rispawati, M.M., menyampaikan materi Manajemen Operasi dan Produksi. Ia mengajak peserta memahami standar mutu beras premium, teknik Quality Control (QC), hingga pentingnya tata letak ruang produksi yang efisien. Pendekatan ini dinilai penting agar BUMDes dapat beralih dari pola kerja tradisional menuju sistem produksi mini yang lebih terstandar dan higienis.
Sesi berikutnya dibawakan oleh Lalu Delsi Samsumar, M.Eng., yang memperkenalkan Teknologi Informasi dan Digital Marketing. Peserta diajak mempraktikkan teknik fotografi produk menggunakan smartphone, membuat deskripsi produk yang menarik, serta memahami konsep digital traceability berbasis QR Code. Selain itu, peserta diperkenalkan pada desain kemasan premium dan teknologi packing berbasis IT yang menjadi kunci pemasaran modern.
Sekretaris BUMDes Jaya Abadi, Supardianto, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi pengelola BUMDes. “Selama ini kami bekerja dengan cara tradisional, dan materi yang disampaikan hari ini membuka wawasan baru tentang bagaimana produksi dan pemasaran seharusnya dilakukan. Materinya relevan dan langsung bisa kami terapkan. Kehadiran tim pengabdian Unram memberi dorongan besar bagi kami untuk meningkatkan kualitas beras premium Gelogor,” ungkapnya.
Pelatihan ini menjadi langkah penting menuju implementasi teknologi Rice Grader dan Smart Vacuum Packaging yang akan diterapkan pada tahap berikutnya. Transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membuka peluang BUMDes untuk menembus pasar yang lebih luas.
Dengan dukungan pendanaan hibah DPPM Kemdiktisaintek dan pendampingan berkelanjutan dari LPPM Unram, program ini diharapkan menjadi contoh bagi BUMDes lain di NTB untuk mulai mengadopsi teknologi, memperbaiki standar produksi, dan memperkuat daya saing produk lokal.