24 May 2026 | Suara Dalam Berita

Cuaca Tak Menentu di NTB, 108 Bencana Terjadi dan Picu Banjir hingga Longsor

Cuaca Tak Menentu di NTB, 108 Bencana Terjadi dan Picu Banjir hingga Longsor
Foto : ilustrasi cuaca estream di NTB

MATARAM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang triwulan pertama tahun 2026 memicu keprihatinan serius. Berdasarkan data yang dilansir dari ANTARA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mencatat sebanyak 108 kejadian bencana menerjang wilayah ini dalam periode Januari hingga Maret.

Kepala BPBD NTB, Sadimin, mengungkapkan bahwa fenomena hidrometeorologi mendominasi catatan bencana tersebut. Banjir menjadi ancaman utama dengan 60 kejadian, diikuti cuaca ekstrem 35 kali, tanah longsor 10 kali, dan gelombang pasang atau abrasi sebanyak 3 kali. “Untuk bencana gempa bumi, karhutla, kekeringan, erupsi gunung api, hingga tsunami, alhamdulillah tercatat nol kejadian pada periode tersebut” ujar Sadimin saat memberikan keterangan di Mataram, Minggu (5/4).

Dampak Masif: Ribuan Rumah Terendam dan Korban Jiwa
Meski beberapa jenis bencana nihil, dampak dari kejadian yang ada sangatlah nyata. Tercatat 5 orang meninggal dunia, 11 luka-luka, dan lebih dari 77 ribu jiwa terdampak. Sektor infrastruktur juga terpukul dengan 487 rumah mengalami kerusakan serta 21.558 rumah warga terendam air. Secara sebaran wilayah, Kabupaten Bima menjadi daerah paling terdampak dengan 36 kali bencana. Menyusul di belakangnya adalah Lombok Barat (18 kejadian), Lombok Tengah (15 kejadian), dan Sumbawa (10 kejadian). Sementara wilayah lain seperti Dompu, Lombok Utara, Lombok Timur, hingga Kota Mataram juga turut melaporkan adanya insiden serupa meski dalam frekuensi yang lebih rendah.

Cuaca Tidak Menentu: Curhatan Warga di Mataram
Anomali cuaca ini dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput. Z (27), seorang pekerja di Kota Mataram, menceritakan pengalamannya menghadapi ketidakteraturan alam yang terjadi belakangan ini. Saat ditemui di tempat kerjanya, ia menyebut pola cuaca tahun ini sulit dinalar.

"Iya memang tahun ini, mulai dari awal tahun cuaca di NTB, khususnya Lombok, sangat tidak jelas. Kadang hujan, panas, bahkan hujan ekstrem hingga banjir," ungkap Z kepada media portalntb.com.

Ia mengenang salah satu momen paling membekas, yakni saat hujan lebat memicu luapan sungai di depan Kampus Universitas Mataram (Unram) yang memaksa warga di kawasan Kekalik harus mengungsi. "Apa memang seperti kata lagu itu, apa mungkin alam sudah mulai bosan," selorohnya sambil bercanda.

Z juga menyoroti kondisi terkini di mana transisi cuaca terjadi begitu mendadak. Ia mencontohkan kejadian banjir di jalur wisata Senggigi yang terjadi secara tiba-tiba setelah cuaca panas menyengat di siang harinya. "Sekarang panas banget, tapi hujannya langsung deras. Kemarin siang menjelang sore di jalur Senggigi banjir, padahal siangnya panas sekali. Hari ini saja tadi panasnya kebangetan, tapi sekarang sudah mulai keluar gemuruh dan mendung lagi" tambahnya khawatir.

Menutup keterangannya, ia menitipkan harapan besar agar pihak berwenang tetap dalam kondisi prima dalam menangani situasi ini. "Harapannya semoga pemerintah selalu sehat, BPBD tetap sigap dan sehat. Kita semua ingin melihat NTB ini selalu aman" tutupnya.
Hingga saat ini, BPBD terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca resmi guna meminimalisir risiko di tengah kondisi alam yang fluktuatif.

Link berhasil disalin!