07 May 2026 | Suara Dalam Berita

Pertalite Campur Air Beredar di Montong Gading, Pedagang Kios Tertipu Rp1,1 Juta: Pelaku Berkeliaran Tengah Malam!

Pertalite Campur Air Beredar di Montong Gading, Pedagang Kios Tertipu Rp1,1 Juta: Pelaku Berkeliaran Tengah Malam!
Foto: Korban Pembeli Bahan Bakar Minyak Tercampur Air

Portalntb.com-Kasus dugaan penjualan Pertalite oplosan bercampur air di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, bikin warga geram. Modus pelaku yang diduga sengaja menyasar kios-kios kecil pada tengah malam kini sedang diburu aparat Polres Lombok Timur.

Seorang pedagang kios di Dusun Perian Utara, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, menjadi korban setelah membeli BBM yang diduga telah dicampur air. Akibat kejadian itu, korban berinisial S (45) mengalami kerugian hingga Rp1,1 juta.

Polres Lombok Timur langsung bergerak cepat usai menerima laporan warga. Kasat Reskrim Polres Lotim IPTU Arie Kusnandar mengatakan pengecekan TKP dilakukan Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 15.23 Wita oleh Ps Kanit III bersama anggota.

“Tim langsung turun melakukan pengecekan dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait dugaan penipuan penjualan Pertalite campur air tersebut,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengantongi ciri-ciri terduga pelaku. Pelaku disebut seorang pria bertubuh kurus kecil, berusia sekitar 40 tahun, menggunakan sepeda motor Honda BeAT putih dan mengaku berasal dari Desa Peseng Godak, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.

Aksi dugaan penipuan itu bermula saat pelaku mendatangi kios korban pada Minggu sore (3/5/2026) dan menawarkan minyak Pertalite dengan harga tertentu. Korban yang percaya kemudian menyepakati pembelian BBM tersebut.

Namun modus licik pelaku diduga dimainkan pada malam hari. Pada Senin malam sekitar pukul 23.30 Wita, pelaku kembali datang membawa tiga jeriken biru berkapasitas sekitar 35 liter. Belakangan, isi jeriken itu diduga bukan Pertalite murni, melainkan sudah bercampur air.

Informasi yang dihimpun polisi, pelaku diduga sengaja menjalankan aksinya pada jam-jam sepi agar tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar. Modus ini disebut cukup meresahkan karena menyasar pedagang kecil yang sulit membedakan kualitas BBM secara langsung.

Sejumlah warga pun mulai khawatir praktik serupa telah menyebar ke wilayah lain. Mereka meminta aparat bertindak tegas agar pelaku segera ditangkap sebelum semakin banyak korban berjatuhan.

“Kalau dibiarkan, masyarakat kecil terus yang dirugikan. Ini bukan sekadar penipuan biasa,” ujar salah seorang warga.

Hingga kini, Polres Lombok Timur masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas lengkap dan keberadaan pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap penjualan BBM ilegal dengan harga mencurigakan.

Link berhasil disalin!