30 May 2026 | Suara Dalam Berita

Kemacetan Panjang Lumpuhkan Jalur Paok Motong–Masbagik, Truk Fuso Pecah Ban Jadi Pemicu

Kemacetan Panjang Lumpuhkan Jalur Paok Motong–Masbagik, Truk Fuso Pecah Ban Jadi Pemicu
Foto : Antrean kendaraan mengular di jalur Paok Motong menuju Masbagik, Lombok Timur, akibat truk fuso mengalami pecah ban dan adanya perbaikan saluran air, menyebabkan kemacetan sepanjang lebih dari satu kilometer pada pukul 15.00 hingga 16.40 WITA.

LOMBOK TIMUR — Arus lalu lintas di jalur Pasar Paok Motong hingga Masjid Besar Masbagik mengalami kemacetan panjang pada Jumat sore. Kemacetan dilaporkan terjadi sejak pukul 15.00 WITA hingga sekitar pukul 16.40 WITA, dengan panjang antrean kendaraan mencapai lebih dari satu kilometer.

Seorang pengendara, ME (35), warga Kalijaga, mengaku terjebak kemacetan saat melintas di jalur tersebut sepulang kerja dari Mataram. Ia menyebut kondisi lalu lintas sangat padat dan nyaris tidak bergerak di beberapa titik.

“Saya lewat sekitar jam tiga sore, sampai jam 16.40 masih macet. Kendaraan mengular panjang dari Paok Motong sampai Masjid Besar Masbagik,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kemacetan dipicu oleh sebuah truk fuso yang mengalami pecah ban. Truk tersebut diketahui mengangkut muatan berlebih dan melaju dari arah timur menuju barat. Akibat insiden tersebut, kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan dan menghambat arus lalu lintas, terutama di sisi selatan jalan yang mengalami kemacetan total.

Kondisi ini diperparah dengan tingginya volume kendaraan pada sore hari, saat masyarakat pulang dari aktivitas kerja. Antrean kendaraan pun semakin panjang dan membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali normal.

Selain di jalur Paok Motong–Masbagik, kemacetan juga terjadi di wilayah Rempung, Kecamatan Pringgasela. Di lokasi tersebut, aktivitas perbaikan saluran air yang melibatkan alat berat menyebabkan penyempitan badan jalan dan memperlambat arus kendaraan.

“Di Rempung juga macet, ada perbaikan saluran air pakai alat berat, jadi kendaraan harus antre lewat,” tambah ME.

Sejumlah pengendara tampak harus bersabar menunggu giliran melintas, sementara sebagian lainnya memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. Namun, keterbatasan akses jalan membuat kepadatan tetap sulit diurai dalam waktu singkat.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pengawasan kendaraan angkutan barang, khususnya yang membawa muatan berlebih. Selain berisiko terhadap keselamatan, kondisi tersebut juga dapat memicu gangguan lalu lintas seperti yang terjadi kali ini.

Hingga menjelang sore, arus lalu lintas berangsur mulai terurai, meski masih tersendat di beberapa titik. Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.

Link berhasil disalin!