LOMBOK TIMUR – Keindahan Pantai Labuhan Haji yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat kini tercoreng oleh kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Tumpukan sampah terlihat hampir di sepanjang garis pantai, menciptakan pemandangan yang tidak sedap dipandang dan mengurangi daya tarik wisata.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kamis (09/04), sampah yang menumpuk terdiri dari berbagai jenis, mulai dari limbah rumah tangga, plastik sekali pakai, botol minuman, hingga sisa-sisa makanan. Bahkan, di beberapa titik, sampah terlihat menggunung dan mengeluarkan bau tidak sedap, terutama saat cuaca panas. Kondisi ini diduga akibat kombinasi antara rendahnya kesadaran pengunjung, kurangnya fasilitas tempat sampah, serta kiriman sampah dari laut yang terbawa arus.
Tidak hanya mengganggu estetika, keberadaan sampah juga berdampak langsung pada aktivitas pengunjung. Banyak wisatawan yang mengurungkan niat untuk bermain air atau sekadar bersantai di tepi pantai karena khawatir terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Selain itu, para pedagang di sekitar pantai juga merasakan penurunan jumlah pengunjung akibat kondisi tersebut.
Salah satu pengunjung, Erni, menyampaikan kekecewaannya saat berkunjung ke pantai tersebut. Ia mengaku kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Dulu pantai ini sangat bersih dan nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga. Tapi sekarang kondisinya cukup memprihatinkan, sampah ada di mana-mana. Jujur saja, ini sangat mengganggu kenyamanan kami sebagai pengunjung,” ungkap Erni, kamis (09/04).
Ia juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam menangani persoalan ini.
“Harapan saya, ada petugas kebersihan yang rutin membersihkan pantai, ditambah fasilitas tempat sampah, dan mungkin juga sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kalau tidak ditangani, bisa-bisa wisatawan enggan datang lagi,” tambahnya.
Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut. Sampah plastik yang terbawa ke laut dapat membahayakan kehidupan biota, mencemari air, dan berdampak jangka panjang terhadap lingkungan pesisir.
Sejumlah warga sekitar juga berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai. Kegiatan gotong royong, kampanye sadar lingkungan, serta pengelolaan sampah yang lebih baik dinilai menjadi solusi penting dalam mengatasi persoalan ini.
Dengan penanganan yang serius dan kesadaran bersama, Pantai Labuhan Haji diharapkan dapat kembali menjadi destinasi wisata yang bersih, indah, dan nyaman, sehingga mampu menarik kembali minat wisatawan lokal maupun luar daerah






