LOMBOK TIMUR – Ajang lari lintas alam internasional Rinjani 100 kembali digelar dengan menghadirkan ratusan pelari dari berbagai negara. Kategori paling bergengsi, yakni 162 kilometer (162K), menjadi sorotan karena diikuti atlet-atlet elite dunia dengan tantangan medan ekstrem di kawasan Gunung Rinjani.
Berdasarkan informasi resmi panitia, kategori 162K diikuti oleh sekitar 180 lebih pelari dari berbagai negara. Mereka dituntut menyelesaikan lomba dalam batas waktu (cut off time) selama 55 jam. Para peserta harus menaklukkan jalur teknis yang meliputi tanjakan curam, savana, hutan, hingga jalur berbatu di ketinggian.
Sejumlah nama pelari elite dunia turut ambil bagian dalam kategori ini, di antaranya Sange Sherpa, Gediminas Grinius, Zairan Li, Hieu Nguyen Si, dan Man Yee Cheung. Kehadiran mereka mempertegas status Rinjani 100 sebagai salah satu ajang ultra trail bergengsi di kawasan Asia.
Rute kategori 162K dimulai dari Pantai Pekendangan, Desa Belanting, kemudian bergerak menuju kawasan Sembalun. Peserta melintasi Bukit Anak Dara, Bukit Sempana, Bukit Nanggi, hingga Pusuk Sembalun sebelum mencapai savana Propok dan Pelawangan Sembalun. Dari titik tersebut, pelari melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Rinjani, salah satu tantangan paling berat dalam lomba ini.
Setelah mencapai puncak, peserta turun menuju Danau Segara Anak, lalu melanjutkan rute ke Senaru dan Torean. Perjalanan kemudian kembali ke Pelawangan Sembalun, dilanjutkan ke Bukit Pergasingan, sebelum akhirnya finis di Hotel Nusantara, Sembalun.
Selain kategori 162K, panitia juga menggelar kategori lain seperti 100K, 60K, 36K, 27K, dan 12K dengan jadwal start yang berbeda. Race week dimulai sejak akhir April dengan agenda pengambilan race pack, pengecekan perlengkapan, hingga technical meeting bagi peserta.
Suasana start terlihat meriah dengan pelepasan pelari di bawah gapura bertuliskan “START”. Para peserta tampak membawa perlengkapan standar ultra trail seperti hydration pack, trekking pole, serta sepatu khusus medan berat. Dukungan masyarakat lokal juga terlihat di sepanjang titik awal lomba.
Warga Mataram, AK (35), yang gemar mengikuti event lari, menilai Rinjani 100 bukan lomba biasa. Ia menyebut peserta yang ikut didominasi pelari profesional dengan kemampuan tinggi.
“Kalau event lari Rinjani 100 ini, ‘badak’ semua yang ikut. Memang ini event internasional, banyak peserta dari luar negeri yang sudah profesional di lari seperti ini. Kalau kita yang biasa lari di jalan atau event umum, sulit untuk mengimbangi,” ujarnya.
Menurutnya, tingkat kesulitan medan serta jarak tempuh membuat Rinjani 100 hanya cocok bagi pelari berpengalaman. Meski demikian, ia mengapresiasi penyelenggaraan event ini karena mampu mengangkat nama Lombok di kancah internasional.
Event ini juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Lombok. Kehadiran peserta mancanegara turut meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkenalkan keindahan alam Gunung Rinjani kepada dunia.
Dengan kombinasi tantangan ekstrem dan panorama alam yang memukau, Rinjani 100 terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lomba ultra trail paling bergengsi di Indonesia.