LOMBOK BARAT – Laga final ASEAN Futsal Championship 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Thailand pada Minggu (12/4/2026) malam, jam 20.00 wita, disambut antusias oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk warga di Labuapi, Lombok Barat. Meski digelar di Nonthaburi Sports Complex, Thailand, euforia pertandingan terasa hingga ke sudut-sudut perkampungan.
Sejumlah warga yang tengah berkumpul santai di salah satu tongkrongan di Perumahan Green Asia Bagik Polak, Labuapi, tampak mendadak sibuk dengan ponsel masing-masing begitu mengetahui adanya pertandingan final tersebut. Minimnya persiapan untuk nonton bareng (nobar) membuat mereka memilih menyaksikan laga melalui siaran langsung di perangkat pribadi.
“Kami tahunya dadakan, pas lagi nongkrong baru ada yang kasih info kalau malam ini final futsal Indonesia lawan Thailand,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi.
Ia mengaku, jika informasi tersebut diketahui lebih awal, kemungkinan besar warga akan menyiapkan layar besar atau televisi untuk menyaksikan pertandingan bersama-sama. “Kalau dari awal tahu, pasti kami siapin layar atau monitor biar bisa nobar. Lebih seru kalau ramai-ramai,” katanya.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam mendukung tim nasional. Suasana kebersamaan tetap terasa, meski masing-masing fokus pada layar ponsel.
Menurutnya, cabang futsal selama ini justru menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan dibandingkan sepak bola. Ia menilai, Timnas Futsal Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama di level Asia Tenggara.
“Kalau futsal, kita tidak bisa diremehkan. Sudah beberapa kali juga kita juara, jadi optimis saja. Ini pasti pertandingan seru,” ungkapnya.
Ia pun sempat melontarkan candaan terkait performa tim sepak bola Indonesia yang kerap menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Dengan nada santai, ia membandingkan pengalaman menonton futsal dengan sepak bola.
“Kalau sepak bola, kadang yang ada malah bikin kesal. Sudah nobar, eh malah kalah. Tapi anehnya, kalau tidak ditonton, justru menang,” ujarnya sambil tertawa, disambut reaksi serupa dari warga lainnya.
Fenomena menonton pertandingan melalui ponsel di tengah keterbatasan fasilitas nobar menjadi gambaran bagaimana tingginya minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya futsal. Akses informasi yang cepat melalui media sosial juga turut mempengaruhi pola konsumsi tontonan warga.
Laga final ini sendiri menjadi sorotan karena mempertemukan dua kekuatan besar futsal di kawasan ASEAN. Indonesia yang tampil impresif sepanjang turnamen diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit terhadap Thailand yang dikenal sebagai salah satu tim terkuat di Asia Tenggara.
Hingga menjelang pertandingan, dukungan terus mengalir dari berbagai daerah. Meski tanpa persiapan matang, warga tetap menunjukkan semangat nasionalisme dengan cara mereka sendiri yaitu berkumpul, berbagi informasi, dan tetap menyaksikan pertandingan, meski hanya melalui layar kecil di genggaman.
Bagi warga Labuapi, momen seperti ini bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga ajang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial di tengah kehidupan sehari-hari.