Program Makan Bergizi Gratis Harapan Baru Atasi Stunting Indonesia
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 diharapkan bisa mengurangi prevalensi stunting yang masih mencapai 21.6% di Indonesia. Program ini akan menjangkau berbagai wilayah secara bertahap.
Sosialisasi MBG dilaksanakan di Rumah Antox Prapungka Jaya. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 300 warga setempat. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan pemenuhan gizi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Nurhadi, Anggota Komisi IX DPR RI, mengatakan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab penuh dalam mengelola dan mengawasi program MBG. "Targetnya, 82,9 juta penerima manfaat akan menerima gizi yang memadai," ujarnya, Sabtu (15/3/2025).
Wahyudi Indrayana, perwakilan BGN, menegaskan bahwa MBG tidak hanya akan mengatasi masalah gizi, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian lokal. "Program ini dapat menggerakkan roda perekonomian di wilayah, melalui kemitraan yang telah ditetapkan," jelas Wahyudi.
Lebih lanjut, Wahyudi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum yang mengaku bagian dari BGN. “Tidak ada pungutan biaya dalam mengikuti alur kemitraan yang ada,” tegasnya.
Ika Tjandra Kusuma, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kediri, menjelaskan pentingnya konsep “Isi Piringku” dalam menggantikan “4 Sehat 5 Sempurna.” Ia menekankan bahwa gizi seimbang sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas masyarakat.
Ika juga mengungkapkan bahwa 60% remaja Indonesia belum mengenal konsep gizi seimbang. "Orang tua harus mengajarkan anak-anaknya untuk menyukai buah, sayuran, dan minum air putih," ungkap Ika.
Dengan dukungan penuh dari seluruh stakeholder, Wahyudi berharap program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Tulis Komentar