LOMBOK BARAT – Pesantren Modern Zaid bin Tsabit yang berlokasi di Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terus berinovasi dalam mengelola pendidikan santri. Lembaga pendidikan yang mengusung konsep modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai pesantren tradisional ini kini meluncurkan aplikasi monitoring santri bernama MOLAH v2.0 yang dapat diunduh melalui Google Play Store.
Aplikasi ini dikembangkan secara khusus untuk memudahkan proses monitoring dan manajemen santri di lingkungan pesantren. Melalui aplikasi ini, pengelolaan data santri dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan transparan, sehingga pengasuhan dan pembinaan santri dapat berjalan optimal.
Kami menghubungi AS (30), pengembang aplikasi yang juga menjabat sebagai sekretaris di Ponpes Zaid bin Tsabit, melalui WhatsApp pada pagi hari, Sabtu (30/03/2026) malam. Pria yang juga aktif sebagai anggota komunitas programmer di Lombok ini menjelaskan tujuan pengembangan aplikasi tersebut.
"Kalo ini aplikasi Monitoring Santri di Ponpes Zaid bin Tsabit," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, AS menuturkan bahwa digitalisasi sistem monitoring menjadi kebutuhan di era teknologi saat ini. Pesantren yang dikenal menyeimbangkan antara pendidikan modern dan nilai-nilai salafiyah ini membutuhkan sistem yang dapat membantu para pengasuh dalam memantau perkembangan santri sehari-hari.
"Iya kami kembangkan aplikasi ini untuk memudahkan monitoring siswa," ujarnya.
Aplikasi MOLAH v2.0 ini dirancang sebagai solusi modern untuk menjawab tantangan pengelolaan pesantren di era digital. Dengan fitur-fitur yang tersedia, aplikasi ini memungkinkan pihak pesantren untuk melakukan monitoring secara real-time terhadap aktivitas dan perkembangan santri.
"Dengan adanya aplikasi ini, kami jadi lebih terbantukan," tambahnya.
Versi terbaru aplikasi ini dirilis pada 8 Maret 2026 dengan ukuran file sekitar 10,91 MB. Sejak tersedia di Play Store, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 100 kali dan mendapat rating 3+. Aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan Firebase Analytics untuk membantu analisis penggunaan.
AS juga mengungkapkan bahwa pengembangan aplikasi ini tidak berhenti pada versi saat ini. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembaruan dan penambahan fitur sesuai dengan kebutuhan pesantren.
"Aplikasi ini terus kami kembangkan," ujarnya.
Langkah Ponpes Zaid bin Tsabit ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan pesantren pun mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas. Kehadiran aplikasi monitoring santri ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengasuhan dan pembinaan santri di era digital.
Dengan adanya inovasi ini, Ponpes Zaid bin Tsabit menjadi salah satu contoh pesantren modern di Lombok yang tidak ragu mengadopsi teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengelolaan santri. Ke depannya, aplikasi ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi internal pesantren, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pesantren lain yang ingin bertransformasi digital.
Link download.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.pizab_molah