Mataram, 5 September 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melaksanakan tahapan seleksi petugas haji untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M. Sebanyak 27 peserta mengikuti seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mataram, Sabtu (5/9).
Para peserta yang mengikuti seleksi terdiri dari 2 calon Pembimbing Ibadah Kloter dan 25 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Tahapan seleksi ini menjadi bagian penting dalam memastikan petugas haji yang terpilih memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah asal Provinsi NTB.
Pelaksanaan seleksi CAT Bimbingan Petugas Haji (Bimbed) tersebut turut dihadiri oleh Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, H. Akhmad Fauzin, S.Ag., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya proses seleksi, terutama panitia pelaksana dan jajaran BKN yang telah menyediakan fasilitas serta sistem seleksi berbasis teknologi secara profesional.
Menurutnya, penggunaan sistem CAT merupakan langkah strategis untuk menghadirkan proses rekrutmen petugas haji yang lebih objektif, transparan, dan akuntabel.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh panitia dan pihak BKN yang telah mendukung pelaksanaan seleksi ini. Kerja sama yang baik ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan proses seleksi petugas haji yang profesional dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seleksi petugas haji bukan hanya bertujuan mencari peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga memilih individu yang memiliki komitmen pengabdian serta mampu menjalankan amanah pelayanan kepada jemaah di Tanah Suci.
Sebelum pelaksanaan ujian dimulai, Kepala UPT BKN Mataram memberikan pengarahan kepada seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi CAT merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah dengan BKN untuk memastikan proses seleksi berjalan secara terbuka, objektif, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
“Seleksi ini dilaksanakan secara transparan dan objektif. Tidak ada pihak yang dapat membantu maupun memengaruhi hasil seleksi. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan penuh kejujuran, keyakinan, dan tanggung jawab. Menurutnya, menjadi petugas haji merupakan sebuah amanah besar karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada para tamu Allah.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Berusaha dengan kemampuan sendiri, tetap ikhlas dan jujur. Jika nantinya terpilih, maka amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB, H. Lalu Muhamad Amin, S.H., menyampaikan bahwa seleksi petugas haji merupakan tahapan strategis untuk memperoleh sumber daya manusia yang benar-benar siap menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah.
Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti ujian CAT telah melalui proses seleksi administrasi dan kini memasuki tahap penilaian kompetensi.
“Bapak dan ibu yang mengikuti seleksi hari ini telah melewati tahapan administrasi. Selanjutnya, proses CAT ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendapatkan petugas yang amanah, profesional, dan mampu menjalankan tanggung jawab besar dalam melayani jemaah haji,” ungkapnya.
Menurutnya, tugas sebagai petugas haji memiliki nilai pengabdian yang tinggi karena tidak hanya berkaitan dengan aspek pelayanan, tetapi juga mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Petugas haji membutuhkan keikhlasan, kepedulian, kemampuan komunikasi, serta komitmen yang kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Tugas ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara,” tambahnya.
H. Lalu Muhamad Amin, SH juga memastikan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengedepankan prinsip transparansi serta profesionalitas.
“Tidak ada kepentingan lain dalam proses seleksi ini. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami berharap seluruh peserta mengikuti tahapan dengan baik dan mendapatkan hasil terbaik,” tuturnya.
Melalui proses seleksi ini, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB berharap dapat melahirkan petugas haji yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian tinggi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji NTB pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M.
Dengan terpilihnya petugas yang berkualitas, pelayanan kepada jemaah diharapkan semakin optimal sehingga perjalanan ibadah haji dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.