Arus lalu lintas di jantung Kota Mataram dipastikan mengalami perubahan signifikan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menutup ruas protokol Jalan Pejanggik untuk memfasilitasi gelaran akbar festival Ogoh-ogoh yang menjadi tradisi tahunan umat Hindu di Lombok.
Penutupan jalur utama ini menyasar titik krusial mulai dari Bundaran Karang Jangkong hingga persimpangan Taman Mayura. Berdasarkan jadwal yang dirilis, akses jalan disterilkan dari kendaraan bermotor sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WITA.
Meski bertujuan untuk mengamankan jalannya pawai budaya, penutupan jalan ini sempat memicu kebingungan bagi sejumlah pengendara yang melintas di pagi hari. Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa kendaraan terpaksa memutar balik karena tidak mengetahui adanya pengalihan arus di kawasan niaga Cakranegara tersebut.
"Iya ditutup, kami tidak tahu informasi," ujar salah satu pengguna jalan yang terjebak di sekitar Bundaran Karang Jangkong saat melewati jalan tersebut untuk mudik ke lombok timur.
Selama sepuluh jam masa penutupan, para pengendara yang biasa melintasi jalur Karang Jangkong menuju Cakranegara atau sebaliknya diimbau untuk mencari jalur alternatif. Petugas dari Ditlantas Polda NTB serta Dinas Perhubungan (Dishub) akan disiagakan di beberapa titik strategis untuk mengarahkan pengguna jalan agar tidak terjebak kemacetan di sekitar area festival.
Selain sebagai bagian dari ibadah, festival Ogoh-ogoh di Mataram telah lama menjadi simbol toleransi antarumat beragama di Nusa Tenggara Barat.